Rabu, 23 September 2015

Di dalam pikiran dan di luar pikiran (Refleksi II)

Sempat bingung ketika ditanyakan "dimana ayah kamu?" sontak kita langsung menjawab "Ayah ada di rumah". Dan itu adalah jawaban yang tidak valid, belum tentu dan belum pasti. Jawaban menurut orang filsafat ayahku berada di dalam pikiranku. Lalu apa perbedaan di dalam pikiran dan di luar pikiran? Sesuatu hal yang pernah kita lihat, yang kita tahu itu ada di pikiran kita, sedangkan sesuatu yang belom pernah kita lihat atau kita belum pernah tahu maka itu ada di luar pikiran kita.
Yang saya dapat dari perkuliahan kedua filsafat adalah berfilsafat itu cakupannya sangat luas, realistik, bahkan sesuatu yang jelas malah menjadi tidak jelas(tetapi tidak semuanya).

Vincentia Septi P. / Pasca P.MAT B
15709251082

Memulai belajar Filsafat Ilmu (Refleksi I)

Belajar filsafat apakah mudah? Mungkin dengan membiasakan sering membaca, entah membaca buku, membaca referensi, membaca opini akan membantu kita dalam belajar filsafat. Semakin banyak wawasan yang kita dpat dari membaca, semakin bijaksana pula kita dalam menyikapi sesuatu hal.
Adat dan tatacara berfilsafat adalah 'landasilah dan payungilah dengan koridor spiritual. Yang saya pahami dari adat dan tatacara tersebut semakin banyak kita membaca, banyak hal-hal/ide-ide baru yang kita dapat, dan tentunya ide/hal tersebut kita landasi dengan keyakinan yang kita jalani,  Payung yang memberi makna perlindungan, jadi semua hal/ide baru yang kita dapat dari membaca itu masih dalam ruang lingkup keyakinan yang kita jalani.
Kuliah pertama Filsafat cukup mengesankan, banyak hal baru yang saya dapat dengan mendengarkan Bpk Marsigit, terutama tentang metode hidup. Apapun yang kita jalani di dalam kehidupan, kita selalu menggunakan metode hidup. Ciri khas dari metode hidup adalah adanya interaksi, dari yang kosong menjadi isi, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa menjadi tidak bisa.

Vincentia Septi P. / Pasca P.MAT B
15709251082

Senin, 21 September 2015

New life, new challenge. :)

Terima kasih Tuhan atas berkat-Mu, karena pada tahun 2015 ini aku diberi kesempatan untuk melanjutkan studi S2. Senang karena bisa berdinamika dengan suasana baru dan lingkungan baru, serta bisa belajar dan berjuang bersama dengan komunitas yang baru, komunitas mahasiswa pasca pendidikan matematika. Selain itu, tanggung jawab sebagai tentor matematika harus tetap dijalankan. I'm happy to be a mathematic tentor, :) bertemu dan berdinamika dengan anak-anak adalah suatu hiburan bagi saya. So, i have a new assigment, untuk menjalani tanggung jawab sebagai mahasiswa yang punya seabrek tugas dan sebagai tentor matematika.  Semangat!!! :)