Senin, 15 Februari 2016

Perkembangan Filsafat pada masa Yunani Kuno ( I )

Dalam sejarah filsafat, awal dari lahirnya filsafat di dunia adalah filsafat Yunani. Saat itu pula, pada abad ke VI SM munculah para filsuf. Namun objek pikir filsuf pada saat itu adalah tentang alam (cosmos), sehingga para filsuf tersebut disebut sebagai filsuf alam. Pokok pikiran para filsuf pada saat itu adalah memikirkan tentang alam yang besar ini, dari mana asal muasal terbentuknya/terjadinya alam adalah yang menjadi pokok persoalan mereka. Meskipun yang menjadi pokok pemikiran mereka adalah tentang alam, namun pada saat itu pemikiran seperti itu sudah sangat lah maju, kritis dan rasional. Mencoba untuk mengungkap tentang keberadaan alam yang ada disekitarnya merupakan hal yang tidakbiasa dilakukan manusia pada saat itu. Orang-orang cenderung menerima begitu saja keadaaan alam yang terjadi pada saat itu, mereka hanya sekedar melihat, menikmati alam, tanpa terbesit suatu hal untuk mencoba memikirkan bagaimana asal muasal alam ini. Namun terdapat beberapa orang pula yang mencoba untuk mencari tahu tentang keberadaan alam ini hanya dengan membaca atau mendengar keterangan tentang kejadian alam yang berasal dari cerita turun temurun, seperti mitos, legenda dan cerita nenek moyang.
Para filsuf tentu saja tidak puas serta tidak percaya dengan cerita-ceritayang berkembang begitu saja tanpa  adanya suatu bukti, dan mereka pun menganggap bahwa cerita tersebut tidak masuk akal. Karena hal tersebut para filsuf berusaha untuk mendapatkan keterangan yang jelas dari persoalan yang mereka pikirkan tentang inti dasar alam dari daya pikir mereka sendiri. Sehingga para filsuf pantas jika disebut sebgai pemikir yang radikal, karena mereka memikirkan suatu hal sampai pada dasar / akar dari apa yang mereka pikirkan, yaitu tentang alam.
Filsuf alam pertama mencoba menjelaskan dunia dan gejala-gejala di dalamnya tanpa bersandar pada mitos melainkan pada pemikiran manusia adalah Thales. Ia juga dikenal sebagai salah seorang dari Tujuh Orang Bijaksana (dalam bahasa Yunani hoi hepta sophoi), yang oleh Aristoteles diberi gelar 'filsuf yang pertama'. Selain sebagai filsuf, Thales juga dikenal sebagai ahli geometri, astronomi, dan politik.  Thales tidak meninggalkan bukti-bukti tertulis mengenai pemikiran filsafatnya, namun terdapat pada tulisan Aristoteles tentang dirinya. Aristoteles mengatakan bahwa Thales adalah orang yang pertama kali memikirkan tentang asal mula terjadinya alam semesta. Karena itulah, Thales juga dianggap sebagai perintis filsafat alam (natural philosophy).
Pemikiran utama dari Thales adalah bahwa air sebagai prinsip dasar segala sesuatu.  Air menjadi pangkal, pokok, dan dasar dari segala-galanya yang ada di alam semesta. Berkat kekuatan dan daya kreatifnya sendiri, tanpa ada sebab-sebab di luar dirinya, air mampu tampil dalam segala bentuk, bersifat mantap, dan tak terbinasakan. Argumentasi Thales terhadap pandangan tersebut adalah bagaimana bahan makanan semua makhluk hidup mengandung air dan bagaimana semua makhluk hidup juga memerlukan air untuk hidup. Selain itu, air adalah zat yang dapat berubah-ubah bentuk (padat, cair, dan gas) tanpa menjadi berkurang. Selain itu, Thales juga mengemukakan pandangan bahwa bumi terletak di atas air. Bumi dipandang sebagai bahan yang satu kali keluar dari laut dan kemudian terapung-apung di atasnya.  
Thales berpendapat bahwa segala sesuatu di jagat raya memiliki jiwa. Jiwa tidak hanya terdapat di dalam benda hidup tetapi juga benda mati. Teori tentang materi yang berjiwa ini disebut hylezoisme. Argumentasi Thales didasarkan pada magnet yang dikatakan memiliki jiwa karena mampu menggerakkan besi.

Thales juga menyumbangkan pemikirannya dalam bidang geometri, yang dikenal dengan nama teorema Thales, meskipun belum tentu seluruhnya merupakan buah pikiran aslinya. Teorema Thales berisi sebagai berikut:
Jika AC adalah sebuah diameter, maka sudut B adalah selalu sudut siku-siku

Teorema Thales : DE/BC = AD/AB = AE/AC
1.      Sebuah lingkaran terbagi dua sama besar oleh diameternya.
2.      Sudut bagian dasar dari sebuah segitiga samakaki adalah sama besar.
3.      Jika ada dua garis lurus bersilangan, maka besar kedua sudut yang saling berlawanan akan sama.
4.      Sudut yang terdapat di dalam setengah lingkaran adalah sudut siku-siku.
5.      Sebuah segitiga terbentuk bila bagian dasarnya serta sudut-sudut yang bersinggungan dengan bagian dasar tersebut telah ditentukan.
Teorema thales tersebut, hingga saat ini digunakan dalam materi pembelajaran matematika di SMP.
Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar