Rabu, 30 Desember 2015

Bahkan batu pun memiliki potensi



(Refleksi 7 oktober 2015)

             Suka dan  tidak suka adalah potensi, cinta dan tidak juga merupakan potensi, sayang dan tidak sayang pun juga merupakan potensi. Sejenak kita berfilsafat terlebih dahulu mengenai potensi. 
Setiap manusia di bumi ini pasti memiliki potensi. Dan kehidupan manusia pun diisi dengan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Namun ternyata semua hal yang ada disekitar manusia pun memiliki potensi, sekalipun adalah benda mati. Hewan, tumbuhan, benda-benda yang ada disekitar manusia juga memiliki potensi. Seperti contoh batu, batu berpotensi untuk menjadi pasir. Ketika batu sering kali terkena panas, angin, halilintar, deburan angin maka lambat laun akan menjadi pasir. Pasirpun memiliki potensi untuk menjadi sebuah rumah, jika pasir tersebut digunakan manusia untuk membangun sebuah rumah. Semua yang ada di dunia memiliki potensi, karena unsur dasar dari semua yang ada di bumi ini adalah potensi. Tetapi  unsur dasar yang dimiliki manusia lebih komplek dari dari tumbuhan, hewan dan segalam macam biji-bijian
            Semua yang ada di dunia memiliki potensi, namun tidak semuanya memiliki intuisi. Intuisi hanya dimiliki oleh manusia, karena intuisi tersebut  adalah potensi yang berkembang dalam diri manusia. Intuisi masing-masing  orang berbeda, karena pengalaman yang dimiliki setiap orang itu berbeda. Jadi  intuisi berkaitan erat dengan pengalaman.  Hewan dan tumbuhan tidak memiliki intuisi, melainkan naluri/insting. Hewan memiliki potensi untuk berkembang biak, salah satunya dengan bertelur, telur  juga memiliki potensi untuk menetas. Tetapi jika binatang bertelur kemudian mengerami maka potensi yang dikembangkan sudah komplek, dan  dinamakan insting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar