(Refleksi 7 oktober 2015)
Suka
dan tidak suka adalah potensi, cinta dan
tidak juga merupakan potensi, sayang dan tidak sayang pun juga merupakan
potensi. Sejenak kita berfilsafat terlebih dahulu mengenai potensi.
Setiap
manusia di bumi ini pasti memiliki potensi. Dan kehidupan manusia pun diisi
dengan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Namun ternyata semua hal yang
ada disekitar manusia pun memiliki potensi, sekalipun adalah benda mati. Hewan,
tumbuhan, benda-benda yang ada disekitar manusia juga memiliki potensi. Seperti
contoh batu, batu berpotensi untuk menjadi pasir. Ketika batu sering kali
terkena panas, angin, halilintar, deburan angin maka lambat laun akan menjadi
pasir. Pasirpun memiliki potensi untuk menjadi sebuah rumah, jika pasir
tersebut digunakan manusia untuk membangun sebuah rumah. Semua yang ada di
dunia memiliki potensi, karena unsur dasar dari semua yang ada di bumi ini
adalah potensi. Tetapi unsur dasar yang
dimiliki manusia lebih komplek dari dari tumbuhan, hewan dan segalam macam
biji-bijian
Semua
yang ada di dunia memiliki potensi, namun tidak semuanya memiliki intuisi.
Intuisi hanya dimiliki oleh manusia, karena intuisi tersebut adalah potensi yang berkembang dalam diri
manusia. Intuisi masing-masing orang
berbeda, karena pengalaman yang dimiliki setiap orang itu berbeda. Jadi intuisi berkaitan erat dengan pengalaman. Hewan dan tumbuhan tidak memiliki intuisi,
melainkan naluri/insting. Hewan memiliki potensi untuk berkembang biak, salah
satunya dengan bertelur, telur juga
memiliki potensi untuk menetas. Tetapi jika binatang bertelur kemudian mengerami
maka potensi yang dikembangkan sudah komplek, dan dinamakan insting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar