Senin, 28 Desember 2015

"Keikhlasan"

(Refleksi pertemuan tanggal 29 Desember 2015)

Ikhlas merupakan sebuah kata yang sederhana, simple, tetapi untuk melakukan keikhlasan dalam segala hal di kehidupan kita tidaklah mudah. Bahkan tantangan terbesar manusia adalah keikhlasan itu sendiri.  Ikhlas dapat diartikan bersih, sehingga jika kita ikhlas melakukan suatu hal berati kita bersih melakukannya, tanpa ada niat buruk serta tidak ada paksaan baik dari dalam diri manusia ataupun dari luar diri manusia, seperti ikhlas dalam bekerja, ikhlas dalam belajar, ikhlas dalam kuliah,dll. Ikhlas hati berarti melakukan segala hal dengan hati yang bersih, ikhlas pikir berarti melakukan segala hal dengan pikiran yang bersih. Namun ikhlas bukan hanya tentang melakukan suatu hal, dalam hal menerima sesuatu pun dengan hati dan pikiran bersih juga merupakan ikhlas, seperti ikhlas dalam menerima kenyataan atau takdir. Manusia tidak dapat mengukur atau menilai keikhlasan seseorang itu seperti apa,  apakah kita sudah iklhas apa belum. Tetapi satu hal yang saya ketahui, bahwa menjalani segala hal dengan keikhlasan pasti diberikan kemudahan oleh Tuhan . Jika setiap orang di dunia ini dapat dengan ikhlas menjalani segala macam hal dalam kehidupannya, maka secara tidak sengaja manusia telah menciptakan surga di atas bumi.
Saya menyadari bahwa tidak semua hal telah saya lakukan itu dijalani dengan keikhlasan, namun dengan refleksi ini diharapkan untuk kedepannya dapat  tetap terus berdoa dan berusaha untuk dapat ikhlas menjalani segala sesuatu hal dalam kehidupan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar